Skripsi

ANALISA KARYA ROH KUDUS DALAM KISAH PARA RASUL 2:1-13 DAN APLIKASINYA TERHADAP MANIFESTASI KARYA ROH KUDUS DALAM IBADAH JEMAAT PADA MASA KINI

Tjiu Ju Bun · NIM 2134501TH

2025 · S1 · Pembimbing: Dr. Durman Sihombing, M.Th. & Tri Waluyo, M.Th.

14 kali dilihat 0 kali diunduh 0 kutipan
Abstrak

Kitab Kisah Para Rasul nyata merupakan sambungan sebuah Injil. Kisah Para Rasul bukan saja buku sejarah dari gereja mula-mula, melainkan menjadi buku pedoman bagi kehidupan Kristen dan untuk gereja yang dipenuhi Roh. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif eksposisi karena tidak menggunakan analisis data statistik. Pengajaran dalam perikop Kisah Para Rasul 2:1-13 ini diungkapkan oleh Lukas bahwa pada hari Pentakosta hari yang ke-50 dari hari Paskah. tiba-tiba ada suara seolah-olah serbuan angin yang besar yang sangat menarik perhatian mereka. Serbuan angin itu turun dari langit dan meniup terus secara luar biasa di satu tempat tertentu dan terjadilah kegemparan. Para murid Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berkata-kata dalam bahasa lain atau asing, tetapi dimengerti oleh pengunjung- pengunjung perayaan sebab bahasa-bahasa itu adalah bahasa mereka sendiri. Kebanyakan pengunjung berbahasa dialek Yunani yang umum dipakai (Yunani Koine) kecuali orang-orang yang datang dari daerah-daerah bagian timur (Partia, Media, Persia, Mesopotamia, Siria) yang memakai dialek Aram. Mereka sangat takjub, tercengang-cengang, terheran-heran, dan termangu-mangu karena mendengar para murid Yesus berbicara dalam bahasa-bahasa lain atau asing. Bahasa lidah sebagai bukti pertama dalam menerima baptisan Roh Kudus dan sebagai karunia berkata-kata dalam bahasa lain, tetapi mereka mengejek murid Yesus dengan nada sarkastis. Hari Pentakosta merupakan awal dari penginjilan dunia.

Kata Kunci: Pentakosta Roh Kudus bahasa lidah
Cover
Detail
JenisSkripsi
Tahun2025
ProdiS1
PembimbingDr. Durman Sihombing, M.Th. & Tri Waluyo, M.Th.
PenerbitSTT EL-SHADDAY
Diterbitkan11 May 2026