TINJAUAN TEOLOGIS TENTANG PENGARUH PENCERAIAN ORANG TUA TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 12-18 TAHUN DALAM ASPEK MENTAL
Elly Agustin · NIM 2316311MTH
2025 · S2 · Pembimbing: Dr. Anton Isharjono, M.Th. & Dr. Durman Sihombing, M.Th
Abstrak
Pengaruh perceraian orang tua terhadap tumbuh kembang mental anak usia 12-18 tahun merupakan hal yang penting dipahami. Orang tua Kristen perlu membangun keluarga sehingga menjadi lingkungan yang kondusif pagi perkembangan mental anak. Pandangan penulisAlkitab tentang perceraian pasangan kristen merupakan hal yanag tidak diijinkan oleh Alkitab, apa pun alasannya, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dampak yang diakibatkan oleh orang yang bercerai terhadap pada perkembangan mental anak Usia 12-18 Tahun sangatlah fatal. Banyak ana mengalami trauma, stres, kecewa dan akhirnya memengaruhi tumbuh kembang mental mereka dalam hidup keseharian baik secara pribadi, dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. Tesis ini membahas mengenai pernikahan menurut Alkitab serta tinjauan perceraian dalam Alkitab. Juga membahas mengenai dampak pertumbuhan mental anak akibat perceraian kedua orang tuanya. Metode yang dilakukan adalah dengan riset literatur yang kemudian dibandingkan dengan fakta lapangan memalui wawancara dengan anak-anak korban perceraian orang tua. Perceraian sangat berdampak bagi tumbuh kembang mental anak remaja usia 12-18 tahun.
Aksi
Masuk untuk MembacaDetail
| Jenis | Tesis |
| Tahun | 2025 |
| Prodi | S2 |
| Pembimbing | Dr. Anton Isharjono, M.Th. & Dr. Durman Sihombing, M.Th |
| Penerbit | STT EL-SHADDAY |
| Diterbitkan | 12 May 2026 |